Masa-Masa Indah bersama TVRI

KASKUS. Saya atau siapapun yang pernah mengalami masa masa indah dengan TVRI pasti akan sepakat, bahwa pada saat itu TVRI adalah satu satunya stasiun TV yang bisa kita nikmati.


Coba melempar kenangan ke masa lalu saat mata tanpa sengaja menteskan air mata ketika menyaksikan adegan Oshin yang sedang bersedih. Atau ketika kita tertawa terbahak bahak ketika melihat pak raden memarahi pak ogah karena mencuri jambu di kebunnya.


Hari minggu mungkin bisa jadi adalah hari dari sekian banyak hari yang paling di nanti-nanti. Sebab hanya di hari itulah kita yang saat itu masih kecil bisa menyaksikan si unyil dan kawan kawannya. Atau hanya di hari minggu lah kita bisa merasa menjadi seperti jagoan dengan merubah diri menjadi Voltus Lima, Silver Hawk, atau Flash Gordon.


Maafkan ayahmu ini nak karena tidak tahu siapa tokoh superhero mu hari ini...Karena yang ayah tahu, ayah cuma ingat ZABOGAR, VOLTUS dan MEGALOMAN.....


Oooh betapa hebatnya kita saat itu, saat dimana kita merasa paling tahu sekaligus merasa paling pintar setiap kali selesai menyaksikan program bernama Dunia Dalam Berita. Berita perang antara Irak dan Iran yang sengit saat itu membuat aku lupa. Lupa bahwa ternyata ada banyak orang di negeri ini yang sedang dibohongi oleh laporan sidang Paripurna yang hanya punya satu kata yaitu "SETUJU". mungkin hingga hari ini.


Terkadang aku juga suka lupa apa kepanjangan dari KELOMPENCAPIR? Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa. Iya sekarang aku ingat. Sebuah acara mirip lomba cerdas cermat yang pesertanya terdiri dari petani dan nelayan. Dimana mereka yang ikut sebagai peserta merasa menjadi manusia Indonesia paling beruntung sebab bisa bertatap muka langsung dengan sang jendral bernama Soeharto.....Waah senangnya.


LAPORAN KHUSUS. Selepas tayangan Dunia Dalam Berita, aku selalu berharap semoga saja TVRI lupa menayangkan acara Laporan Khusus. Sebuah laporan yang sebetulnya tidak terlalu penting bagi aku yang saat itu masih kecil.

Yang aku tahu, Laporan khusus waktu itu hanya berisi orang-orang tua yang sedang berusaha "mencari muka" dengan cara bercerita tentang kemajuan pertanian dan pengendalian harga sembako. Mulai dari harga bawang, cabe keriting, tomat, dan lain lain.

Atau laporan-laporan ABS ala bung Moko (Harmoko.Red) tentang pembangunan yang aku sendiri tidak pernah tau apa sebetulnya yang sedang dibangun.....Aaaah dasar Menteri Penerangan 

Anakku hari ini mungkin akan merasa paling hebat ketika bisa menyaksikan penyanyi idolanya yang asal Jepang. Mereka yang bernyanyi tidak dari hati, atau mungkin hanya perasaanku saja, karena aku tak pernah kenal mereka. 

Atau film-film Korea yang di dalamnya penuh intrik, kegalauan asmara dan operasi plastik....Tapi sampai hari ini aku lebih suka Oshin, Oshin yang mengajarkan aku tentang bagaimana menghadapi beratnya kehidupan dan getirnya sebuah perjuangan.


Hahaha, anak-anaku hari ini mungkin akan mengatakan bahwa ayahnya adalah manusia paling kampungan karena tidak suka dengan sinetron jaman modern seperti yang mereka suka. Sinetron Indonesia hari ini yang tak pernah berujung. Sinetron yang mengajarkan kepada mereka tentang hidup mewah dan pamer kekayaan, asmara gila, perselingkuhan, aurat, dan setan gentayangan.

Tapi entah kenapa aku lebih suka ACI (Aku Cinta Indonesia), Sayekti dan Hanafi, Rumah Masa Depan, dan Losmen. Aaah, mungkin aku memang kampungan.



Ateng, Iskak, Jojon, Gepeng, dan Benyamin Syueb adalah segelintir pelawak dari sekian banyak pelawak hebat di masa lalu yang memang benar-benar pelawak. Merekalah orang-orang yang dulu berhasil membuat aku dan sejuta orang lainnya di republik ini tertawa hingga terpingkal pingkal.


Dari mulut mereka tak pernah sekalipun keluar umpatan dan cacian, apalagi menghina fisik dan lempar lemparan properti panggung. Seperti hari ini yang sering disaksikan anak anakku di rumah.....Ya Tuhan aku ingin tertawa tapi dengan siapa? karena hari ini orang-orang lebih suka menyaksikan lawakan yang aku sendiri tak pernah tau apakah itu lawakan atau pembodohan?


Nak, dulu ayah pernah sesekali menonton film horor ala Suzzana, meski sebetulnya malah lebih banyak lucunya daripada seremnya . Dan hari ini ayah semakin bingung, bingung ketika melihat ada begitu banyak film yang katanya mengaku film horor tapi kok isinya hanya pameran aurat yang tak layak kau lihat.

Yang ayah tahu, film G30 S PKI awalnya dibuat sebagai film yang ingin mengungkap tentang perjalanan panjang sejarah kelam komunis di Indonesia. Meski isinya ternyata lebih banyak corong propaganda dan penyimpangan sejarahnya. Tapi yang ayah tau bahwa itu adalah film sejarah paling horor yang pernah ayah lihat seumur hidup ayah....


Suasananya yang kelam, samar, hening, dan ketegangannya adalah bukti bahwa film G 30 S PKI ternyata jauh lebih horor dibanding film horor hari ini yang biasa kau lihat di DVD dan VCD bajakan...Aaah sayang sekarang film itu sudah tak ada.

Kami rindu lukisan pak Tino...Sebagaimana dulu kami rindu melihat pak tino menghibur dan mendidik anak anak dengan lukisan sederhana penuh makna dan cerita....Selamat jalan pak Tino Sidin^^


Bagiku TVRI adalah kenangan....Sebuah kenangan manis bukan hanya karena aku suka menonton Selekta Pop dan cerita si Unyil. Tapi sebuah kenangan yang di dalamnya mengajarkan tentang hidup dan kehidupan.

Dan ini entah kebetulan atau apa, yang jelas program TVRI saat itu telah mengajarkan kepada kami tentang bagaimana mengatur jadwal agar kami tahu kapan kami harus tidur, belajar dan bermain....

Aku/kami senang karena bisa menjadi bagian dari sejarah perjalanan panjang TVRI, setidaknya meninggalkan pesan bahwa film & berita itu harus mendidiK.

Sumber : Kaskus.co.id
Masa-Masa Indah bersama TVRI Masa-Masa Indah bersama TVRI Reviewed by Suheri on Wednesday, April 09, 2014 Rating: 5

1 comment:

Top Category 1

Powered by Blogger.