Pulang Kampung Tahun 2012


Bis malam Kramat Djati masih menjadi pilihan alternatif selain kereta. Berangkat dari kota Malang Kamis (07/6) pukul 13:30 WIB tujuan Kadipaten-Majalengka menempuh waktu perjalanan kurang lebih 15 Jam dengan tiket seharga Rp. 165.000,-. Sayang perjalanan sedikit terganggu gara-gara sang driver belum paham arah jalan. Tiba di Kadipaten sekitar pukul 07:00 atau terlambat sekitar 3 jam.

Dari Kadipaten langsung menuju kampung halaman menggunakan angkutan. Angkutan ini biasanya berhenti di Jatitujuh dan perjalanan bakal dilanjutkan menggunakan ojek, tapi tidak saat itu. Angkutan gw carter Rp. 20.000,- untuk langsung menuju rumah.

Kampungku yang tidak pernah berubah atau memang ditakdirkan untuk tetap tidak akan berubah. Tidak ada perkembangan yang berarti. Jalan-jalan yang makin parah, sampah yang berserakan, malam hari tanpa PJU (Penerangan Jalan Umum) dan lain sebagainya. Hampir tidak ada sentuhan tangan penguasa sama sekali. Saya yakin penduduk kampung ini tidak kalah rajin bayar pajak dengan daerah-daerah lain dan saya yakin juga kampung ini adalah bagian dari wilayah Republik Indonesia.

Well, mari kita lupakan sejenak masalah diatas. Biar masalah tersebut jadi PR pemerintahan negeri ini, itu pun kalau mereka masih mengakui Desa Sumber Kec. Jatitujuh Kab. Majalengka Prov. Jawa Barat ini masih menjadi bagian dari wilayahnya.

Senin (11/6) saya harus kembali ke kota Blitar. Perjalanan akan dilanjutkan menggunakan kereta api Gajayana dari Stasiun Cirebon menuju Stasiun Blitar. 
Pulang Kampung Tahun 2012 Pulang Kampung Tahun 2012 Reviewed by Suheri on Sunday, June 10, 2012 Rating: 5

No comments:

Top Category 1

Powered by Blogger.